Header Ads

Masyarakat Lahat Tak Tergiur Beras Impor

LAHAT, RS - Kebijakan pemerintah pusat kembali mengeluarkan izin impor beras dari negara tetangga seperti beras Vietnam dan Thailand, tidak mempengaruhi hasil penjualan beras lokal oleh petani kepada masyarakat Kota Lahat. Hal itu di utarakan oleh Mirhan (30) salah seorang petani beras yang berasal dari Desa Tanjung Payang Kecamatan Lahat Selatan.

Menurut Mirhan, masyarakat sekarang ini lebih suka dengan beras lokal. Alasannya karena beras lokal kualitasnya tidak beda jauh dengan beras-beras unggulan lainnya.

"Minat masyarakat kepada beras dusun (lokal) masih cukup tinggi apalagi kalau beras baru hasil panen," ujar Mirhan disela-sela panen raya.

Dirinya menambahkan, jika harga beras lokal saat ini masih terjangkau oleh masyarakat dan stabil di harga Rp.11 ribu/kg nya. Menurutnya harga itu sudah disesuaikan dengan biaya yang dikeluarkan para petani saat masa tanam hingga masa panen.

"Sudah kita hitung biaya yang sudah dikeluarkan mulai dari operasional sampai upah harian petani memanen padi. Maka dari itu, kita menjual di kisaran harga tersebut," urainya.

Lebih jauh Mirhan menjelaskan, bahwa petani Desa Tanjung Payang panen raya tiga kali dalam satu tahunnya. Bila hasil panen tidak ada kendala, petani dapat memetik hasil panen dalam satu hektar sawah mencapai 1,5 ton beras. Tetapi jika hama jenis Kepi (Walang sangit) menyerang, maka di pastikan petani bisa merugi.

"Jika dirincikan petani sekali panen bisa mendapatkan uang kisaran Rp.16 juta, dipotong biaya operasianal 30%. Jadi petani mendapatkan laba bersih sekitar Rp.3 juta/perbulan," beber Mirhan.(Fry)

No comments

Theme images by rajareddychadive. Powered by Blogger.