Header Ads

Aliran Sungai Kelekar Tercemar Limbah, Ini Penyebabnya

PRABUMULIH, RubrikSumsel.com - Aliran sungai kelekar yang berada diwilayah Kebun Duren, Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih diduga tercemar limbah dari Pipa milik PT. Pertamina EP Asset 2 Prabumulih Field mengalami kebocoran, Minggu (2/12/2018).

Pantauan portal ini di lokasi, Diduga pecahnya pipa yang mengeluarkan minyak mentah itu mengalir hingga ratusan meter dan mencemari Sungai Kelekar yang membentang diwilayah tersebut.

Untuk saat ini belum diketahui secara pasti penyebab kebocoroan tersebut. Namun diduga kebocoran terjadi lantaran terjadinya korosi (pengkaratan) pada pipa.

Camat Prabumulih Barat, M. Daud SH yang ditemui dilokasi mengatakan, ia mendapatkan laporan dari warga bahwa aliran Sungai Kelekar tercemar minyak mentah yang diduga berasal dari pipa Pertamina yang bocor.

Dijelaskannya, lokasi pipa bocor itu sendiri merupakan Ulu Sungai Kelekar. “Ini adalah sumber atau Ulu Sungai Kelekar. Alhamdulillah pihak pertamina cepat tanggap mengatasi permasalahan ini. Tadi pihak pertamina sudah melakukan upaya pembersihan dilokasi pipa bocor tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Government Relations Analyst PT Pertamina EP Asset 2, Nur Sukmaputeri Mahardika membenarkan terjadi pipa bocor didaerah Kebun Duren Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih.

“Betul, ada kebocoran yang dimaksud. Saat ini kebocoran pipa sudah tertanggulangi,” terangnya.

Ia mengaku, kebocoran itu terjadi sekitar pukul 01.30 Wib dan langsung dilakukan penanggulangan agar minyak tidak menyebar ke sungai.

“Kejadiannya sekitar pukul 01.30 Wib dan setelah diketahui oleh tim kaki langsung dilakukan penangulangan terhadap kebocoran tersebut berikut juga dengan pemasangan oil boom di sungai agar minyak tidak menyebar lebih lanjut,” jelasnya.

Untuk penyebabnya sendiri, kebocoran itu terjadi diduga akibat korosi pada pipa.  “Dugaan penyebab kebocoran itu lantaran adanya korosi atau pengkaratan pada pipa,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan tindakan dengan membersihkan Sungai Kelekar yang terkena dampak minyak tersebut.

“Untuk dampak kebocoran, sedang dilaksanakan penanggulangan berupa pembersihan oleh Tim HSSE (Health, Safety, Security, Environment) PT Pertamina EP Prabumulih Field. Sedangkan untuk dampak lain selain sungai, sampai saat ini belum ada ditemukan,” pungkasnya.(Han)

No comments

Theme images by rajareddychadive. Powered by Blogger.