Header Ads

J Rianthony Nata Kesuma : Saya Berharap Forum CSR Kesos Kota Prabumulih Dapat Segera Terbentuk

Prabumulih, RubrikSumsel.com - Sejak dilantik bulan November 2018 lalu, Ketua Forum CSR Kesos Sumsel, J Rianthony Nata Kesuma akan menginisiasi pembentukan Forum CSR Kesos kabupaten/ kota. “Kami akan menginisiasi terbentuknya Forum CSR Kesos Prabumulih,” ujar Ryan panggilan akrabnya, Minggu (20/01/2019).


Dikatakannya, bahwa Forum CSR Kesejahteraan Sosial dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Sosial No 6 Tahun 2016, sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dalam membantu pemerintah dalam penanggulangan PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial) yang di bagi dalam 7 bidang utama yaitu: kemiskinan, kecacatan, ketelantaran, keterpencilan, penanggulangan bencana alam, diskriminasi dan korban tindak kekerasan serta penyimpangan perilaku (PSK, korban Nafza, waria dll).


Selain itu, lanjutnya, Forum CSR Kesos dibentuk untuk berperan dan memfasilitasi berbagai kepentingan perusahaan, pemerintah dan masyarakat.


“Kami memfasilitasi, merencanakan, koordinasi, mengakomodir berbagai kepentingan  dan kebutuhan perusahaan dan masyarakat.,” jelasnya.


Lebih jauh dibeberkannya, bahwa Forum CSR Kesos Nasional diangkat melalui SK Mensos Nomor 185 Tahun 2016, sedangkan Forum CSR Kesos Sumsel diangkat dan dilantik oleh Gubernur.


“Saya berharap Forum CSR Kesos Kota Prabumulih dapat segera terbentuk. Kami akan bertemu dengan Dinsos Kota Prabumulih dan akan beraudiensi dengan Walikota Prabumulih. Selain itu, kami juga berharap perusahaan-perusahaan yang berada di wilayah Kota Prabumulih dan sekitarnya, dapat ikut berpartisipasi dan bergabung ke dalam Forum guna bersama berkoordinasi menanggulangi permasalahan sosial yang ada di masyarakat,” terangnya.


Diungkapkannya, bahwa Forum CSR juga telah bekerjasama dengan (Institut Pendidikan dan Pelatihan Wirausaha Indonesia (IPPWI) yang membuka penyaluran magang ke negara Jepang.


“Ini juga kesempatan untuk anak remaja yang ada Sumatera Selatan, bagi berminat merajut ilmu di negara Jepang,” tandasnya.


Laporan : I. Alexander

No comments

Theme images by rajareddychadive. Powered by Blogger.