Header Ads

Rumahnya Rusak Akibat Aktivitas Seismik, Warga Keluhkan Belum Ada Ganti Rugi

PRABUMULIH, RUBRIKSUMSEL - Terkait banyaknya rumah warga di Simpang Penimur, RT 05 RW 05, Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih yang mengalami kerusakan akibat aktifitas seismik PT. BGP sekitar dua bulan lalu, warga disana pun mengeluhkan tentang masalah ganti rugi dari pihak perusahaan.

Pasalnya, pihak PT. BGP berjanji kepada warga untuk melakukan pembayaran ganti rugi secara door to door. Hal inilah yang menimbulkan permasalahan, karena warga menginginkan pembayaran ganti rugi dilakukan secara transparan.

"Kami mendapatkan informasi dari pihak perusahaan jika permasalahan ganti rugi akibat aktivitas seismik disini akan dilakukan langsung kerumah warga masing-masing. Kalau memang seperti itu, warga sini tidak sepakat karena kami menginginkan permasalahan ini diselesaikan secara bersama-sama dengan duduk satu meja, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan antar warga," ujar salah seorang warga kepada wartawan.

Lanjutnya, kejadian seperti ini pernah juga dialami pada tahun 2007, namun pihak perusahaan dulu yakni PT. Elnusa menyelesaikan permasalahan ganti ruginya secara fair dan duduk bersama warga.

"Nah untuk kali ini pun warga berharap demikian. Warga sini ini tidak mau pembayaran itu dibayar secara langsung oleh perusahaan kerumah masing-masing. Warga tidak mau yang seperti demikian, keinginan warga itu dikumpulkan di kantor lurah terus dibayar dan diberi penjelasan," jelasnya.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya, Peni Bastian yang mengatakan, seismik meledakan dinamit dengan radius sekitar 500 meter dari permukiman warga, sehingga getaran tersebut mengakibatkan rumah warga mengalami kerusakan.

"Ada sebanyak 135 rumah warga secara keseluruhan berada di RT 05 RW 05 yang mengalami kerusakan seperti retak, wc amblas, bubungan atap rumah patah dan lainnya," ujar Peni.

Lanjutnya, yang melaksanakannya itu PT. BGP yang merupakan subcon dari Pertamina.

"Warga dan pihak perusahaan pernah rembukan atau musyawarah, tetapi pihak seismik tetap tegak pada prinsipnya. Jadi keretakan rumah itu dihitung, jadi satu meter itu diganti entah Rp80 ribu atau Rp100 ribu, belum ada kepastian untuk rinciannya," ungkapnya.

Lebih jauh dibeberkannya, bahwa mereka sudah memperjuangkan hak-haknya selama kurang lebih 2 bulan.

"Sebelum melakukan peledakan, pihak perusahaan telah menurunkan tim untuk memfoto setiap bagian rumah warga, jadi antara retak baru atau retak lama sesudah penembakan atau ledakan, pihak perusahaan tahu keretakan yang dialami rumah warga," ucapnya.

Ia pun berharap kepada pihak perusahaan agar segera menyelesaikan permasalahan ini.

"Harapannya bagi kami masyarakat RW 05 permasalahan ini segera terselesaikan. Kami minta tolong kepada orang-orang yang bisa menolong kami rakyat kecil ini. Bagaimana supaya rakyat kecil seperti kami ini tidak dirugikan. Ya kalau sekarang kami minta bantuannya sama siapa?," harapnya.

Sementara itu, Lurah Patih Galung Sopiyan Hadi menanggapi permasalahan yang terjadi terhadap warganya.

"Seismik itu, dia langsung ke masyarakat, hal itu sudah kebijakan mereka. Jadi sesuai tidak sesuai, itu hak masyarakat. Kalau memang masyarakat menolak, tolak silakan, mereka mau kerumah pribadi masing-masing, silakan. Terima tidak terima, urusan masyarakat," ujarnya.

Sambungnya, pihak seismik sendiri tidak ada konfirmasi kepada pihak kelurahan. Lurah mengaku jika pernah menghubungi pihak seismik dan menanyakan masalah retaknya rumah warga, kenapa tidak sosialisasi atau melalui kelurahan dan dijawab oleh pihak perusahaan bahwa sudah ada pihaknya yang turun kelapangan.

"Selagi saya menjadi Lurah saya siap, kita ini sebagai pelayan masyarakat. Siap membantu masyarakat dalam masalah apapun terhadap warga, kita siap menjadi garda terdepan," tandasnya.



Laporan : Han

No comments

Theme images by rajareddychadive. Powered by Blogger.