Header Ads

Pipa Induk Meledak, Direktur PDAM : Kami Akan Segera Memperbaikinya

PRABUMULIH, RUBRIKSUMSEL - Pipa induk berdiameter 500 mm milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Prabujaya yang berada menuju kelurahan Sungai Medang, Kota Prabumulih, Senin (19/08/2019) meledak.

Akibatnya, jalan menuju Sungai Medang terganggu dan terancam akan terhambatnya suplai air bersih di wilayah Kota Prabumulih.

Direktur PDAM Tirta Prabujaya Kota Prabumulih Fajar C Ardhana ST mengatakan, mendapat informasi sekitar pukul 08.00 pagi terjadinya kebocoran pipa induk yang berada di kelurahan sungai medang pipa induk tersebut mendistribusikan hampir 90 persen aliran ke Kota prabumulih

"Jadi kendala yang kita hadapi sekarang yakni belum adanya sinergi antara kita dan pihak PLN, kadang mereka telat memberitahukan bahwa ada pemadaman di wilayah operasi kita, nah sampai saat ini posisi pipa tersebut akan kita lakukan perbaikan jadi kita kerahkan seluruh tim untuk melakukan perbaikan disana untuk menanggulangi kebocoran tersebut. kita perlu waktu kurang lebih dua sampai tiga hari paling cepat, karena kita memperbaiki secara manual bukan menggunakan alat berat untuk menggali dan mengangkat pipa tersebut," Terangnya.

Lebih jauh, Direktur PDAM Tirta Prabujaya mengimbau kepada seluruh masyarakat Prabumulih yang berlangganan di PDAM agar bersabar, karena pihaknya berupaya sesegera mungkin memperbaikinya.

"Beberapa hari ini akan terjadinya pemutusan distribusi air selagi kita perbaikan rentan waktu dua hingga tiga hari untuk perbaikan pipa tersebut, setelah perbaikan otomatis belum bisa dioperasikan karena kita harus mengisi reservoir, untuk mengisi reservoir itu kita perlu waktu hampir 5 sampai 6 jam, jadi begitu pipa di perbaiki mengisi air didalam pipa dan dialirkan menuju bak reservoir baru bisa di distribusikan ke masyarakat, jadi lebih kurang waktu yang kita butuhkan sekitar empat harian sampai kembali normal tapi itu proyeksi dan ini akan kami secepatnya kerjakan untuk perbaikan tersebut dengan mengerahkan seluruh tim untuk mengerjakan  malam hingga selesai," jelasnya.

Adapun Pelanggan yang akan terhambat Sekitar tujuh sampai delapan ribu pelanggan yang akan terhenti suplay air meliputi di wilayah Kecamatan Timur, Utara, sebagian Cambai yang menjadi jalur operasi PDAM.

"Kendala utamanya kan sebenarnya yang paling utama yakni PLN pada saat operasi pengaliran tiba-tiba listrik di wilayah operasi kita itu mati, kita tidak ada pemberitahuan jadi stak antara pompa dan distribusi belum kita matikan menurut SOP nya, sebenarnya kalau mematikan pompa kita SOPnya itu kita matikan dulu tutup cek valve baru bisa normal sehingga air yang didalam pipa itu tidak ada rongga udara, tapi beberapa kali kejadian kadang tiba-tiba listrik mati air yang sempat kita distribusikan otomatis mati karena pompanya juga mati jadi petugas kita belum sempat mematikan pompa, karena jarak antara pompa dengan ruang operator lumayan jauh sekitar 100 meter pada saat petugas kita mematikan pompa tersebut listriknya sudah hidup atau petugas kita sudah mematikan pompa tetapi tutup valvenya belum tertutup jadi pipa masih terdapat air dan udara itu yang menyebakan terhambat.

Ia pun berharap agar tidak terjadi lagi kendala seperti ini. Untuk itu kedepannya, pihaknya akan berkomunikasi dengan pihak PLN.

"Jadi sudah kita komunikasi dengan pihak PLN pernah kita kirimi surat tentang kendala kita disini, akhirnya mereka menawarkan langganan premium, jadi langganan premium itu hampir di pastikan tidak ada pemadaman listrik kalau pun ada mereka memberitahukan secepatnya dan kalaupun mematikan listrik tiba-tiba tanpa ada konfirmasi dari kita mereka siap ganti rugi," tandasnya.


Laporan : Han

No comments

Theme images by rajareddychadive. Powered by Blogger.