Header Ads

Dua Ibu Rumah Tangga di Muba Nyaris Tewas Tersambar Petir

Salah satu korbam di rawat di Klinik Bunda Asih 
MUBA, RUBRIKSUMSEL - Hujan lebat serta angin kencang dan petir mengguyur Desa Mulyo Asih, Kecamatan Keluang, Kabupaten Muba kemarin sore, menyebabkan dua orang Ibu-ibu muda nyaris tewas tersambar petir, Kamis (20/12/19) Sekira pukul 15:30 Wib. 

Peristiwa naas itu di alami Korban yang bernama Anita (30) Warga Blok B, RT 4 Dusun 2, Kecamatan Keluang,  Korban yang sedang mencuci Pakaian tak menyangka tiba tiba Petir Menyambar KWH Listrik dirumah mertuanya, dengan suara yang keras sehingga korban terpental dan kepalanya menghantam dinding rumah.

Korban dilarikan ke bidan desa setempat dan beruntung nyawa korban bisa di selamatkan, Anita mengalami luka robek di bagian kepala karena terbentur dinding.

Disaat yang sama, Silvia (21) yang rumahnya tak jauh dari Mertua Anita ternyata juga mengalami hal yang serupa. 

Silvia yang tengah hamil muda, saat itu sedang asik mengunakan Handphone sambil mengisi daya, tiba tiba Petir menyambar dan korban pun terpental. 

Kemudian korban dilarikan ke Klinik Bunda Asih, Desa Karya Maju a1 untuk dirawat secara intensif. Beruntung nyawa kedua korban masih bisa diselamatkan.

Saat awak media menyambangi Klinik Bunda Asih, tempat Silvia dirawat, ternyata Korban Sudah di izinkan pulang Oleh pihak klinik. 

Menurut keterangan dari pihak klinik Bunda Asih, korban tidak mengalami luka yang Serius, makanya di izinkan pulang untuk dirawat dirumah.

“Tadi pagi sudah kami izinkan pulang, sebab keadaan nya sudah membaik, tidak ada luka bakar pada badan korban, dan janinnya juga tidak berpengaruh (sehat). “ungkap Bidan Wulan saat dibincangi awak media.

Sementara itu Kepala Desa Mulyo Asih, Mujiono dikonfirmasi melalui via Whatsapp mengatakan bahwa benar ada warga nya yang tersambar petir kemarin sore.

"Kepada seluruh warga agar lebih berhati hati saat hujan datang,  Jangan mainan HP, matikan TV, jangan berteduh di bawah pohon. Karena saat ini sudah memasuki musim penghujan dan biasanya di barengi dengan Petir," himbau Mujiono.(Maryunika)

No comments

Theme images by rajareddychadive. Powered by Blogger.