Header Ads

Proyek Trotoar di Prabumulih Telan Anggaran 10,6 Miliar, Berganti Tahun Tak Kunjung Rampung

Proyek Trotoar di Kota Prabumulih tahun 2019, Anggaran mencapai 10,667 Miliar hingga tahun 2020 tak kunjung selesai. kondisi di berbagai tempat mengalami kerusakan.
PRABUMULIH, RUBRIKSUMSEL - Terkait pembangunan trotoar tahun 2019 di Jalan Jendral Sudirman, Kota Prabumulih belum kunjung selesai dan dilanjutkan pengerjaan nya di tahun 2020, dengan anggaran mencapai puluhan miliar.

Pantauan dilapangan proyek tersebut yang belum rampung itu, beberapa tempat sudah mengalami kerusakan.

Saat dikonfirmasi melalui via telepon, Kamis (9/1/2020), Dinas PUPR melalui Kabid Bina Marga Efan, menjelaskan proyek trotoar yang menggunakan anggaran APBD tahun 2019 bisa berlanjut berdasarkan perpers.

"Pihak ketiga itu di berikan kesempatan untuk menyelesaikan sisa pekerjaan, berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 16 tahun 2018 pasal 56 tentang pertambahan waktu pelaksanaan, karena kita nilai kontraktor masih sanggup dengan perjanjian mereka sanggup menyelesaikan," ucapnya.

Lanjutnya, Perpanjangan waktu diberikan setelah pihak ketiga mengajukan permohonan tambahan waktu masa kerja, jika pertambahan waktu diberikan namun pihak ketiga tetap dikenakan sanksi denda keterlambatan sebesar 1/1000 (satu perseribu) dari nilai kontrak atau nilai bagian kontrak untuk setiap hari keterlambatan.

"Kita beri 50 hari kedepan dari masa kontrak berakhir, seandainya dari waktu itu mereka tidak bisa menyelesaikan pekerjaan mereka akan diputus kontrak, dan sanksi perhari seribu per mill dari kontrak sekitar 10 juta," jelasnya.

Ia pun menjelaskan, di tahun 2019 proyek tersebut baru mencapai 85 persen dan pihak kontraktor yang mengerjakan yakni PT Mawar Merah dari Palembang dengan nilai proyek sebesar Rp10,667 Miliar, panjang proyek trotoar tersebut sekitar 3700 meter kiri dan kanan jalan.

Adapun ia menyampaikan, penyebab telatnya penyelesaian proyek trotoar tersebut karena adanya kegiatan - kegiatan.

"Karena adanya kegiatan ekonomi aktif, dalam efektif pengerjaan proyek di jam 12 keatas dan juga ada acara Proprov kemudian jalanan macet, untuk pengawasan alhamdulilah kita awasi dan ada konsultan juga kami beri arahan terus kepada pihak ketiga mungkin juga ada kendala dan hal-hal lain dari mereka," ujarnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, persentase penyelesaian proyek dan kerusakan di beberapa tempat yang dialami trotoar yang baru saja dibangun tersebut.

"Sampai sekarang mungkin sudah 93 persen pengerjaan, itu masih ada kekurangan sedikit granit ada yang pecah itu kita ganti karena trotoar yang belum di kasih pagar terkadang di lintasi kendaran mobil, telah kita perbaiki," tutupnya.

Sementara itu, Heri(34) salah satu warga Kota Prabumulih yang melihat kondisi trotoar mengatakan trotoar yang baru di bangun sudah mengalami kerusakan.

"Ini trotoar baru saja di bangun sudah pecah-pecah kondisinya memprihatinkan, dan juga bahan material sangat mengganggu badan jalan itu membahayakan pengguna jalan harusnya pihak pemborong lebih memperhatikan kenyamanan masyarakat," ungkap salah satu masyarakat saat di konfirmasi berada di lokasi trotoar.

Laporan : Han

No comments

Theme images by rajareddychadive. Powered by Blogger.