Header Ads

Proyek Trotoar Prabumulih Kena Denda 10,6 Juta/Hari, Kadin PUPR : Segeralah Selesaikan

Kepala Dinas PUPR Kota Prabumulih.
PRABUMULIH, RUBRIKSUMSEL - Terkait pembangunan Totoar di Jalan Jendral Sudirman tahun 2019 yang bernilai 10,667 miliar, saat ini belum selesai pengerjaannya.

Hingga kini di tahun 2020 pihak PT Mawar Merah harus menyelesaikan pengerjaan proyek tersebut serta diwajibkan membayar sanksi denda.

Kepala Dinas PUPR Kota Prabumulih, H Beni Akbari ST saat di konfirmasi Media Rubrik Sumsel, Senin (13/1/2020) saat berada di ruang kerjanya menyatakan bahwa sisa pengerjaan proyek tersebut 15 persen belum dibayar.

"Tahun 2019 proyek trotoat dibayar sesuai fisik yang ada dilapangan 85 persen, 15 persen sisanya kita kasih kesempatan pihak ketiga untuk menyelesaikan pengerjaan itu di 2020 tapi dengan denda. Untuk sisa pembayaran dibayar di (Anggaran Belanja Tambahan) ABT tahun ini," ucapnya Beni.

Ia pun menjelaskan, Akhir kontrak proyek trotoar tersebut pada tanggal 20 Desember 2019, dan denda berlaku mulai 21 Desember sampai pengerjaan selesai.

"Denda keterlambatan dibayar ke Kas daerah itu diawal boleh di akhir boleh, untuk denda sekitar 10 juta 600 perhari. Walaupun selesai tidak bisa langsung di bayar kita bayarnya di ABT, kepada pihak kontraktor sudah kami minta bayar denda keterlambatan," ungkapnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, denda keterlambatan itu bukan dari 85 persen fisik yang telah di bayar, tetapi 15 persen akan dikerjakan ini yang dikenakan denda keterlambatan.

"Pada saat pembayaran 100 persen denda keterlambatan itulah yang harus ada buktinya, kalau belum ada bukti melunasi denda kita akan potong dari 15 persen sisa pembayarannya," bebernya.

Beni menghimbau kepada pihak ketiga untuk dapat segera menyelesaikan proyek tersebut.

"Segeralah selesaikan, kita berharap di januari ini sudah selesai," harapnya.

Laporan : Han

No comments

Theme images by rajareddychadive. Powered by Blogger.