Header Ads

Nasib Proyek Tiang Reklame di Prabumulih Kembali Gagal, Kontraktor di Blacklist??

Proyek Tiang Pancang Reklame senilai 1,8 Miliar gagal selesai 100 persen, Kontraktor di Blacklist? Kenapa?
PRABUMULIH, RUBRIKSUMSEL - Nasib Proyek Pembangunan Tiang Pancang Reklame/Billboard sebanyak 15 titik di Jalan Jendral Sudirman tidak selesai 100 persen, proyek yang menelan APBD itu senilai Rp1,86 Miliar yang dikerjakan oleh CV Panca Bersaudara diduga mengalami putus kontrak.

Informasi yang dapat dihimpun, tahun 2019 lalu pengerjaannya baru mencapai 68 persen. Upaya menyelesaikan proyek tersebut Pemerintah Kota Prabumulih melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah memberikan kesempatan kepada pihak ketiga penambahan waktu agar proyek tiang reklame dapat diselesaikan hingga 100 persen di tahun 2020.

Namun, pantauan yang ada dilapangan hingga saat ini,  proyek yang diberi kesempatan kerja tersebut dibeberapa unit reklame terlihat belum selesai.

Sementara, Kepala Dinas PUPR Kota Prabumulih H Beni melalui Kepala Bidang Cipta Karya Diandes Khaidir saat dikonfirmasi awak media mengatakan bahwa pihak ketiga sudah di Blacklist atau di putus kontrak.

"Iya benar, CV Panca Bersaudara sudah kami blacklist, sangat kita sesalkan pemberian kesempatan selama 50 hari kerja masih tidak selesai juga, kita putus kontrak," ucap Kabid saat dikonfirmasi diruang kerja, Rabu (11/3/2020).

Lanjut Andes, pemberian kesempatan kerja di tahun 2020 tidak selesai sampai 100 persen, padahal pihaknya selama ini telah melakukan pengawasan terhadap pengerjaan proyek tersebut.

"Proyek reklame sebanyak 15 titik sudah diberi kesempatan kerja hanya mencapai 89 persen dan itu akan kita bayar sesuai fisik terpasang, selama ini terus kita pantau dan awasi. Sedangkan untuk pemasangan tiang reklame dibeberapa titik yang sudah selesai, itu sebagian bisa kita lihat seperti didekat air mancur lingkar," jelasnya.

Lebih jauh, Ia menyampaikan bahwa pihak ketiga sudah dilayangkan surat blacklist atau putus kontrak, adapun sanksi blacklist terhadap perusahaan tersebut itu tidak dapat mengikuti kegiatan lagi selama 2 tahun.

Laporan : Han

No comments

Theme images by rajareddychadive. Powered by Blogger.